14 Oct 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
6 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
Menyambut peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar sosialisasi pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di UPTD SDN 02 Suayan, Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Maya Safrina Suryaningsih, S.TP., M.M., serta Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat.
Turut menyambut rombongan, Ketua TP-PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Ny. Asra Yanti Safni, bersama Kepala Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj. Yunire Yunirman, S.T., M.Si.
Hadir pula Camat Akabiluru, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Akabiluru, perwakilan Wali Nagari Suayan melalui Wali Jorong, komite sekolah, tokoh masyarakat, Kepala UPTD SDN 02 Suayan Sesnita, S.Pd., majelis guru, serta ratusan siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Ketua TP-PKK Tekankan Pentingnya Gizi Anak
Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Ny. Asra Yanti Safni, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi anak harus menjadi perhatian bersama. Asupan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kecerdasan, serta membantu mencegah stunting.
la juga mengingatkan pentingnya pemenuhan protein hewani sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.
"Kuning telur ini adalah protein. Maka dari itu, Ibu berharap anak-anak kita semua terbiasa mengonsumsi pangan yang B2SA. Jadi, bukan hanya sekadar mengonsumsi makanan bergizi, tetapi harus memenuhi kaidah B2SA, yaitu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman," ujarnya di hadapan para siswa.
Menurutnya, pemahaman tentang pola makan sehat perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa memilih makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Suasana sosialisasi berlangsung meriah dan interaktif. Para siswa mendapatkan merchandise berupa kaus dan berbagai suvenir dari Badan Pangan Nasional. Edukasi juga dikemas secara menarik melalui sesi bersama Kak Uda Ube yang mengajak anak-anak memahami penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Bapanas Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal
Perwakilan Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Dr. Maya Safrina Suryaningsih, memberikan apresiasi terhadap potensi pangan lokal yang dimiliki Kabupaten Lima Puluh Kota.
la mendorong agar kekayaan pangan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pangan nasional, sekaligus membiasakan anak-anak mengonsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi.
"Di sini potensi pangan lokalnya melimpah," ujar Dr. Maya, memberikan motivasi kepada para peserta sosialisasi.
Pemanfaatan pangan lokal dinilai dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas pilihan sumber pangan bergizi, sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat setempat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj.
Yunire Yunirman, S.T., M.Si., menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong program penganekaragaman konsumsi pangan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah. "Kami di dinas teknis berkomitmen untuk memastikan bahwa edukasi B2SA ini menyasar generasi muda kita secara berkelanjutan. Kita ingin sekolah-sekolah di Lima Puluh Kota menjadi pelopor dalam pemanfaatan pangan lokal yang sehat dan aman," ungkapnya.
Sekolah Siapkan Inovasi Pemanfaatan Pangan Lokal
Komitmen pemerintah daerah tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala UPTD SDN 02 Suayan, Sesnita, S.Pd., bahkan merencanakan inovasi pemanfaatan potensi pangan lokal melalui kegiatan budi daya belut di lingkungan sekolah.
Potensi komoditas lokal, seperti ayam dan belut, dinilai dapat dikembangkan sebagai sumber protein hewani yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.
Rencana budi daya belut tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu berperan aktif dalam menanamkan kebiasaan konsumsi pangan sehat sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal kepada peserta didik.
Momentum menyambut Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TP-PKK, hingga institusi pendidikan.
Sinergi antara Badan Pangan Nasional, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, dan UPTD SDN 02 Suayan diharapkan dapat memperkuat edukasi B2SA serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan.
Dengan edukasi sejak usia sekolah, kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman diharapkan semakin membudaya, sehingga mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, serta berkualitas.